Langsung ke konten utama

Impianku untuk Masa Depan Bandung (Chapter 1)



Setelah Rasulullah menginjakkan kakinya di Madinah, bangunan pertama yang dibangun umat Islam adalah masjid. Bukan istana.

-----

Sebagai seorang muslim, saya ingat seperti yang dikatakan mamah. Sedari kecil saya selalu menghitung ada berapa masjid yang dilewati. Hal itu sering dilakukan saat melakukan perjalanan jauh. 

Menurut situs sistem informasi masjid (SIMAS), jumlah masjid di Kota Bandung saja tercatat sebanyak 2256 buah! Sangat menggambarkan bahwa masyarakat kota ini bermayoritas pemeluk Islam yang taat. 




Namun, sepanjang menempuh perjalanan hidup di Kota Bandung, saya merasa jarang melihat masjid yang berada di pinggir jalan besar. Khususnya di pusat kota. Kebanyakan berada di dalam gang sempit. Sangat sulit menemukan parkir motor apalagi mobil. Hal ini membuat sebagian muslim terutama supir taksi atau ojol semakin terhalang untuk shalat berjamaah tepat waktu.

Akan tetapi, tidak jarang terdapat bangunan yang kosong atau tidak terpakai di pinggir jalan raya. Bahkan beberapa dari gedung itu dalam keadaan dijual atau disewakan. Semoga saja ada pihak yang dapat memperhatikan masalah ini. Sehingga bangunan-bangunan tersebut dapat dipakai menjadi masjid. Aamiin.

(Bersambung)





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu kunjungkopi.id?

Mungkin ini adalah lanjutan dari coretan sebelumnya . Terutama pada paragraf kedua. Alkisah ada seorang bocah gabut yang hobinya berkeliling kedai kopi. Lalu setelah lama ia melakukannya, datanglah ide membuat konten di Instagram untuk hobinya itu. Memotret setiap sudut berbagai kedai kopi dan menginformasikan alamat, jam buka dan harga kopi yang dipesan. Itulah kunjungkopi.id. Pengisi literasi kami setelah ilham fiksi tenggelam dalam rimba. Kami datang secara acak dan cuma-cuma ke kedai kopi pilihan kami. Tak hanya itu, kami juga menerima DM promosi kedai kopi kalian untuk ditampilkan di instastory kunjungkopi.id. Lagi-lagi, semuanya gratis. Ya, kami adalah direktori kedai kopi pencarianmu. Terutama seputaran Bandung Raya. Dan kami adalah salah satu jawaban kemana nieuwalfianosekai itu. Terima Kasih

Selam Masa Kelam

Waktu demi waktu terus menyeret raga dan atmanya. Menyisakan sampah berupa kenangan indah yang tak dapat terulang lagi Insan sekitar silih berganti kapan berbalik  Menikmati dan alami takdir tiap-tiapnya. Dan aku terdampar dalam masa meragu Kapan berakhir seiring kabar dunia makin memburuk Duduk menonton sendiri sebagai daging buangan rahim ibu Makhluk pilihan Tuhan dalam permainan-Nya mengujiku. Rasa sakit dalam ruh buat mereka acungkan pedang Mengambil harta orang lain dan nyawa tapi kau kembali buang Tiada sadar segala laku dalam untaian benang Para penguasa bermata satu bergerak dalang.