Langsung ke konten utama

TERKUAK! Siapa Sebenarnya Mr. Guan

... Siapakah Mr. Guan? Sayangnya saya terlalu terhipnotis akan arsitektur dan interior bangunannya. Bahkan sejarahnya pun terlewatkan. Sehingga lupa menggali informasi dari baristanya. Sedih memang...

...



Beberapa waktu yang lalu saya menulis ulasan tentang kedai kopi Mr. Guan Coffee and Books. Di artikel ini saya benar-benar penasaran akan sosok Mr. Guan.

Setelah saya mencoba scroll Instagram dan googling, Mr. Guan merupakan seorang pemilik rumah yang menggemari kopi, tenis meja dan buku. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Kedai kopi ini didirikan untuk mengenang beliau yang hidup tahun 1940an sebagai orang tua mereka.




Sering kali, Mr. Guan membangunkan seisi rumah pagi-pagi dengan tepokan suara ping-pongnya, dengan raket kayu buatan China. Selain kopi, beliau juga mencintai buku-buku seperti majalah, sejarah dan filsafat. Hal-hal kecil inilah yang membuat keluarga sangat merindukannya. Sehingga keturunan Mr. Guan mendirikan kedai kopi memorial untuknya.

Namun, beliau hanyalah sesosok maskot dari kedai kopi ini. Dan setiap pengunjung diajak merasakan bagaimana hidup menjadi seorang Mr. Guan. Ini membuktikan bahwa bercerita tak hanya diungkapkan melalui tulisan. Bahkan lebih dari itu, dapat tersiar melalui karya lewat nuansa arsitektur, fasilitas dan dekorasi. 

Namun jangan salah, Mr. Guan bukanlah suami dari Mrs. Guan. Yang makan biskuit di hari sabtu dengan anak-anak tanpa bersama bapak. Hehehe...






Sumber:

http://fresh.suakaonline.com/menikmati-kenangan-mr-guan-dengan-kopi-buku-pingpong-dan-makanan/

Instagram: @mrguancoffee




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Impianku untuk Masa Depan Bandung (Chapter 1)

Setelah Rasulullah menginjakkan kakinya di Madinah, bangunan pertama yang dibangun umat Islam adalah masjid. Bukan istana. ----- Sebagai seorang muslim, saya ingat seperti yang dikatakan mamah. Sedari kecil saya selalu menghitung ada berapa masjid yang dilewati. Hal itu sering dilakukan saat melakukan perjalanan jauh.  Menurut situs sistem informasi masjid (SIMAS), jumlah masjid di Kota Bandung saja tercatat sebanyak 2256 buah! Sangat menggambarkan bahwa masyarakat kota ini bermayoritas pemeluk Islam yang taat.  Namun, sepanjang menempuh perjalanan hidup di Kota Bandung, saya merasa jarang melihat masjid yang berada di pinggir jalan besar. Khususnya di pusat kota. Kebanyakan berada di dalam gang sempit. Sangat sulit menemukan parkir motor apalagi mobil. Hal ini membuat sebagian muslim terutama supir taksi atau ojol semakin terhalang untuk shalat berjamaah tepat waktu. Akan tetapi, tidak jarang terdapat bangunan yang kosong atau tidak terpakai di pinggir...

Apa itu kunjungkopi.id?

Mungkin ini adalah lanjutan dari coretan sebelumnya . Terutama pada paragraf kedua. Alkisah ada seorang bocah gabut yang hobinya berkeliling kedai kopi. Lalu setelah lama ia melakukannya, datanglah ide membuat konten di Instagram untuk hobinya itu. Memotret setiap sudut berbagai kedai kopi dan menginformasikan alamat, jam buka dan harga kopi yang dipesan. Itulah kunjungkopi.id. Pengisi literasi kami setelah ilham fiksi tenggelam dalam rimba. Kami datang secara acak dan cuma-cuma ke kedai kopi pilihan kami. Tak hanya itu, kami juga menerima DM promosi kedai kopi kalian untuk ditampilkan di instastory kunjungkopi.id. Lagi-lagi, semuanya gratis. Ya, kami adalah direktori kedai kopi pencarianmu. Terutama seputaran Bandung Raya. Dan kami adalah salah satu jawaban kemana nieuwalfianosekai itu. Terima Kasih

Selam Masa Kelam

Waktu demi waktu terus menyeret raga dan atmanya. Menyisakan sampah berupa kenangan indah yang tak dapat terulang lagi Insan sekitar silih berganti kapan berbalik  Menikmati dan alami takdir tiap-tiapnya. Dan aku terdampar dalam masa meragu Kapan berakhir seiring kabar dunia makin memburuk Duduk menonton sendiri sebagai daging buangan rahim ibu Makhluk pilihan Tuhan dalam permainan-Nya mengujiku. Rasa sakit dalam ruh buat mereka acungkan pedang Mengambil harta orang lain dan nyawa tapi kau kembali buang Tiada sadar segala laku dalam untaian benang Para penguasa bermata satu bergerak dalang.